Ramadhan selalu datang membawa cahaya harapan. Bulan penuh ampunan ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum menyempurnakan ibadah yang pernah tertunda. Salah satunya adalah menunaikan utang puasa tahun lalu dan fidyah bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. Inilah saat terbaik untuk membersihkan kewajiban, menata niat, dan menyambut Ramadhan dengan hati yang lapang.

Dalam Islam, fidyah merupakan bentuk keringanan sekaligus tanggung jawab. Ia ditunaikan oleh mereka yang tidak mampu lagi berpuasa, seperti orang lanjut usia, sakit menahun tanpa harapan sembuh, atau kondisi tertentu pada ibu hamil dan menyusui. Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin, sebagai wujud kepedulian sosial yang diajarkan agama. Setiap satu hari puasa yang ditinggalkan, diganti dengan satu kali makan bagi mereka yang membutuhkan.
Di PABU Foundation, fidyah tidak hanya disalurkan sebagai bantuan konsumtif semata. Fidyah yang Ayah Bunda tunaikan menjadi bagian dari program pemberdayaan, khususnya untuk yatim, santri pelosok, dan keluarga dhuafa binaan. Dalam praktiknya, fidyah diwujudkan dalam bentuk makanan siap santap, beras, serta dukungan kebutuhan harian santri di daerah terpencil. Artinya, satu kewajiban ibadah berubah menjadi penguat kehidupan mereka yang sedang berjuang.
Lebih dari itu, PABU mengelola amanah fidyah dengan pendekatan Social Return on Investment (SROI). Pendekatan ini menilai bahwa setiap kebaikan yang ditunaikan tidak berhenti pada satu manfaat. Satu paket fidyah tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendidikan santri, menguatkan gizi anak yatim, serta menggerakkan roda kemandirian komunitas. Berdasarkan prinsip SROI, satu kebaikan yang Ayah Bunda tunaikan dapat menghadirkan minimal dua kali lipat nilai manfaat sosial.
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melipatgandakan pahala. Menunaikan fidyah dan melunasi utang puasa bukan sekadar menyempurnakan kewajiban, tetapi juga menghadirkan senyum, harapan, dan keberdayaan bagi sesama.
🌙 Mari tunaikan fidyah melalui PABU Foundation.
Dengan niat ibadah yang tulus, fidyah Ayah Bunda akan disalurkan tepat sasaran kepada fakir miskin, yatim, dan santri pelosok. Mudah, amanah, dan penuh keberkahan. Bersama PABU, satu fidyah bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi menjadi kebaikan yang berdaya dan berlipat.
Mari sambut Ramadhan dengan amal terbaik—menyempurnakan ibadah, menguatkan kepedulian, dan menebar manfaat seluas-luasnya.
PABU|2026