Nisfu Syaban 2026: Cara Terbaik Menyambut Ramadhan dengan Hati Bersih

Tanpa terasa, waktu bergulir begitu cepat. Tepat pada tanggal 3 Februari 2026 ini, kita dipertemukan kembali dengan salah satu malam paling istimewa dalam kalender hijriah: Nisfu Syaban.

Bagi kita yang sering sibuk dengan urusan dunia, malam ini adalah “alarm” kasih sayang dari Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa di bulan Syaban inilah amalan-amalan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Rabb semesta alam. Bayangkan, buku catatan amal kita selama setahun penuh akan segera ditutup dan diserahkan.

Pertanyaannya sederhana namun menohok hati: “Bagaimana wujud halaman terakhir buku amal kita tahun ini?”

Apakah halaman itu akan ditutup dengan kelalaian? Atau, kita ingin menutupnya dengan tinta emas berupa taubat dan kebaikan?

Malam Nisfu Syaban sering disebut sebagai Lailatul Maghfirah (Malam Pengampunan). Ini adalah kesempatan emas untuk membasuh dosa-dosa masa lalu sebelum kita benar-benar memasuki gerbang suci Ramadhan. Seyogyanya, kita mengisi malam ini dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Quran, dan bermunajat meminta ridho-Nya.

Namun, ada satu amalan yang mampu menjadi “pemberat” timbangan kebaikan di detik-detik terakhir penutupan buku amal, yaitu Sedekah.

Mengapa sedekah? Karena sedekah membuka keberkahan dari langit. Memberi makan mereka yang lapar atau membantu kebutuhan para penuntut ilmu adalah cara terbaik merayu Allah agar menutup catatan tahunan kita dengan predikat Husnul Khatimah.

Di momen Nisfu Syaban ini, Yayasan PABU kembali mengetuk pintu hati Ayah Bunda. Mari kita tutup buku amal tahun ini dengan membahagiakan para santri penghafal Quran dan Dhuafa binaan PABU. Sedikit rezeki yang Ayah Bunda sisihkan untuk program pangan atau air bersih hari ini, insya Allah akan menjadi catatan penutup yang bercahaya di hadapan Allah SWT.

Mari pastikan nama kita tercatat sebagai hamba yang peduli di malam pengangkatan amal ini.

(PABU|2026)

Share Artikel Ini Jika Bermanfaat
WhatsApp chat