
Karawang, 9 Juli 2025 – Puji syukur tak henti terucap dalam momen Panen Raya Padi lahan wakaf PABU Foundation yang berlangsung sukses dan penuh berkah. Dengan mengusung tema “Sinergi Wakaf Produktif Menuju Kemandirian Pangan,” kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana wakaf dapat dioptimalkan tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat dan ketahanan pangan.
Panen raya kali ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yang merupakan lahan wakaf produktif milik PABU Foundation di Karawang. Panen perdana berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025, di sawah wakaf PABU Ciparage. Kemudian, disusul panen kedua pada Rabu, 9 Juli 2025, di sawah wakaf PABU Cikande. Kedua kegiatan ini berjalan lancar, menghasilkan panen yang melimpah, dan diharapkan membawa keberkahan bagi banyak pihak.
Acara panen raya ini turut dimeriahkan dengan kehadiran Pembina PABU Foundation, Bapak H. Qodiran. Turut berpartisipasi pula Bapak Sastra Suganda selaku Humas PABU, Ketua Cabang PABU Karawang Bapak Nasim Suhendar, serta segenap anggota divisi dan relawan PABU. Kehadiran mereka menambah semangat kebersamaan dan menunjukkan kekompakan dalam menyukseskan kegiatan mulia ini.

Hasil Panen untuk Kemanfaatan Umat: Berbagi Berkah dari Lahan Wakaf
Seluruh hasil panen padi yang melimpah ruah ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung beragam program sosial dan kemanusiaan unggulan PABU Foundation. Beras murni nan berkualitas tinggi dari sawah wakaf ini akan menjadi bagian vital dari kegiatan santunan rutin yang menyentuh langsung kehidupan para dhuafa, yatim, dan mereka yang membutuhkan uluran tangan. Lebih dari itu, pasokan beras ini juga akan menopang operasional harian Istana Yatim, memastikan kebutuhan pangan anak-anak yatim terpenuhi dengan baik, sehingga mereka dapat tumbuh kembang optimal dalam lingkungan yang layak.

Tak berhenti di situ, berkah dari wakaf produktif ini juga akan menyambangi pelosok negeri melalui program sedekah beras pelosok, menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang mungkin sulit mengakses bahan pangan. Ini adalah wujud nyata dari filosofi wakaf yang menghidupi, dimana setiap butir beras yang dihasilkan adalah jembatan kebaikan yang kembali kepada umat.
PABU Foundation mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah mengamanahkan hartanya melalui wakaf. Setiap butir beras yang dihasilkan dari lahan wakaf ini adalah pahala jariyah yang tak terputus bagi para donatur. Semoga sinergi wakaf produktif ini terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
PABU 2025