
Setiap kali jarum kalender Hijriah kembali ke angka satu Muharram, ada undangan yang terasa begitu personal — undangan untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam, dan bertanya: sudahkah aku menjadi lebih baik dari tahun lalu?
Tahun ini, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Lebih dari sekadar pergantian tahun, momen ini membawa kita kembali pada peristiwa yang mengubah sejarah peradaban Islam: hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah perjalanan yang bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kelemahan menuju kekuatan, dari ketertekanan menuju kebebasan, dari satu babak kehidupan menuju babab yang lebih bermakna.
Hijrah: Relevan di Setiap Zaman
Kita tidak perlu menempuh perjalanan antarkota untuk berhijrah. Hijrah hari ini hadir dalam bentuk yang lebih sunyi namun tidak kalah berat: seorang ayah yang berjuang menjadi lebih sabar, seorang pemuda yang memilih meninggalkan kebiasaan buruk, seorang ibu yang berusaha lebih hadir untuk keluarganya, atau seseorang yang mulai berani peduli kepada tetangga yang selama ini luput dari perhatiannya.
Muharram mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri:
- Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik dibanding tahun lalu?
- Sudahkah ilmu dan kemampuan kita memberi manfaat nyata bagi orang lain?
- Sudahkah kita menghadirkan lebih banyak kebaikan di lingkungan sekitar?
Hijrah sejati tidak selalu dramatis. Ia sering kali tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, hari demi hari.
Amalan Muharram: Mengisi Bulan Mulia dengan Kebaikan
Muharram bukan bulan biasa. Ia termasuk dalam al-ashhur al-hurum — bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT, di mana amal saleh dilipatgandakan pahalanya. Inilah saat yang tepat untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.
Muhasabah dan Introspeksi Diri Evaluasi perjalanan setahun terakhir dengan jujur. Syukuri setiap nikmat, kenali kekurangan, dan susun niat yang lebih kuat untuk ke depan.
Meningkatkan Kualitas Ibadah Jadikan Muharram sebagai titik awal: perbaiki kekhusyukan salat, tingkatkan intensitas membaca Al-Qur’an, dan perbanyak zikir serta doa.
Puasa Sunnah, Khususnya Asyura Puasa pada hari Asyura (10 Muharram) adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan di bulan ini. Rasulullah SAW menyebut keutamaannya menghapus dosa setahun yang lalu.
Memperbanyak Sedekah Muharram adalah momentum yang sangat baik untuk mempertebal kepedulian sosial — menjangkau mereka yang paling membutuhkan: anak yatim, keluarga dhuafa, dan masyarakat yang terpinggirkan.
Mempererat Silaturahmi Perbaiki hubungan yang mungkin renggang, sampaikan maaf yang tertunda, dan hadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar kita.
Hijrah Bersama PABU Foundation: Dari Refleksi Menuju Aksi
Bagi PABU Foundation, semangat hijrah tidak berhenti pada doa dan niat. Kami percaya bahwa perubahan sejati hanya terwujud ketika nilai-nilai itu turun dari hati ke tangan — menjadi aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh sesama.
Di Tahun Baru Islam 1448 H ini, PABU Foundation mengajak masyarakat untuk berhijrah bersama melalui gerakan kepedulian yang menyentuh langsung kehidupan mereka yang paling membutuhkan:
📖 Sedekah Al-Qur’an untuk Santri Pelosok Ribuan santri di daerah terpencil belajar tanpa mushaf yang layak. Setiap Al-Qur’an yang kita kirimkan adalah cahaya yang menerangi perjalanan mereka.
🏠 Pembangunan Sarana& Prasarana Santri Tempat tinggal yang layak dan akses Air Bersih bukan kemewahan — itu adalah kebutuhan dasar agar para penghafal Al-Qur’an bisa belajar dengan tenang, aman, dan bermartabat.
🍚 Bantuan Pangan dan Kebutuhan Dasar Keluarga dhuafa, lansia, dan masyarakat rentan membutuhkan uluran tangan nyata. Bantuan sederhana bisa menjadi perbedaan besar dalam kehidupan mereka.
👦👧 Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Hadir untuk anak-anak yang tumbuh tanpa pegangan orang tua — memberikan mereka tidak hanya bantuan materi, tetapi juga perhatian, pembinaan, dan harapan.
🌱 Program Pemberdayaan Masyarakat Memberi ikan tidaklah cukup. Kami percaya pada pendekatan yang mendorong kemandirian: melalui pendidikan, keterampilan, dan penguatan ekonomi komunitas.
Resolusi Hijrah 1448 H
Memasuki tahun baru ini, mari kita tuliskan resolusi yang bukan sekadar daftar impian, tetapi komitmen nyata yang akan kita jaga:
✅ Lebih dekat kepada Allah SWT dalam setiap langkah ✅ Lebih peduli dan peka terhadap kebutuhan sesama ✅ Lebih bermanfaat — di keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas ✅ Lebih konsisten dalam menebar kebaikan, sekecil apapun ✅ Lebih berani menjadi pribadi yang memberi dampak positif
Karena hijrah bukan peristiwa sekali terjadi. Ia adalah pilihan yang kita buat setiap hari.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Semoga Allah SWT menjadikan tahun ini sebagai tahun yang penuh keberkahan, kebaikan, dan pertumbuhan — dalam iman, amal, dan kepedulian sosial.
Bersama PABU Foundation, mari melangkah dalam semangat hijrah: berbagi kebaikan, menebar manfaat, dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak orang. 🌙✨
PABU|2026